Penyakit Hewan
Sebaran Gigitan Anjing Rabies di Timor Tengah Selatan Meluas
Sebaran gigitan anjing rabies di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, meluas. Lima pemda lain di daratan Timor harus menyediakan anggaran khusus pengadaan vaksin.

Seekor anjing milik warga Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, diikat, Sabtu (3/6/2023), setelah keluar instruksi Gubernur NTT terkait kasus rabies di TTS. Namun, warga minta agar instruksi ini disertai sanksi tegas karena masih banyak warga enggan mengikat anjingnya.
SOE, KOMPAS — Gigitan anjing rabies terhadap warga di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, meluas. Pemerintah daerah setempat berjibaku melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies, juga korban gigitan anjing. Anggaran perubahan kabupaten/kota di daratan Timor tahun ini harus menyediakan pos khusus untuk pengadaan vaksin rabies.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Rabies Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Adi Talo, di Soe, Rabu (7/6/2023), mengatakan, kondisi per 6 Juni 2023, sebaran rabies di TTS sudah mencapai 18 kecamatan dari total 32 kecamatan yang ada. Sebaran rabies pada hewan, khususnya anjing, sangat cepat.