KCF APEKSI
Kediri Memantapkan Diri sebagai Kota Perdagangan dan Jasa
Kota Kediri menjadi kota perdagangan dan jasa dengan slogan ”Harmoni Kediri”.
/https%3A%2F%2Finr-production-content-bucket.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com%2FINR_PRODUCTION%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F09%2F25%2F360e7a4d-71f3-461f-9065-49e49cfd7d56_jpg.jpg)
Sejumlah warga tengah menghabiskan sore di BMX Arena yang berada di sisi Jembatan Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (22/9/2022). BMX Arena menjadi salah satu ruang publik yang banyak dikunjungi warga ”Kota Tahu” itu saat sore tiba, selain Taman Brantas. Keduanya berada di tepi Sungai Brantas.
Pada 27 Juli lalu Kota Kediri di Jawa Timur merayakan hari jadi ke-1.143. Bukan usia muda tentunya. Sejak zaman Kerajaan Kadiri di abad ke-12, kota yang memiliki lokasi strategis di tengah Daerah Aliran Sungai Brantas ini telah menjadi daerah yang diperhitungkan.
Fakta itu berlanjut hingga zaman kolonial. Belanda mendirikan dua pabrik gula di dekat perbatasan kabupaten/kota tersebut. Kini, dengan slogan ”Harmoni Kediri”, kota seluas 63,4 kilometer persegi ini pun memantapkan jati dirinya sebagai kota perdagangan dan jasa.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 13 dengan judul "Kediri Jadi Kota Perdagangan dan Jasa".
Baca Epaper Kompas