PARIWISATA
Pariwisata Bintan, Terlena Menambang Dollar dari Satu Keranjang
Pariwisata Bintan, Kepulauan Riau, lama terlena dimanjakan dollar dari kocek turis Singapura. Ketika pandemi melanda, perekonomian ambruk karena daerah itu hanya bergantung pada satu ”keranjang” pendapatan.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F8120e12d-571b-4529-b7d4-cf3b8a0275cf_jpg.jpg)
Suasana lengang di Lagoy Bay yang termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin (18/10/2021).
”Jadi, kapan turis Singapura boleh masuk lagi, Pak?” kata Sugiyanto (45), pekerja bagian operasional Pelabuhan Bandar Bentan Telani di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin (18/10/2021).
Pertanyaan yang sama selalu telontar dari para pekerja yang ditemui Kompas di kawasan Lagoi. Ada sekitar 5.000 pekerja yang menggantungkan hidup di sana. Kini, nasib mereka diujung tanduk setelah hampir dua tahun tidak ada kunjungan turis asing akibat pandemi Covid-19.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 11 dengan judul "Tambang Dollar di Bintan".
Baca Epaper Kompas