PENYINTAS GEMPA MALANG
Lebaran Tetap Bermakna di Tengah Keprihatinan Bencana
Penyintas gempa 6,1 M di Kabupaten Malang, Jawa Timur, merayakan Idul Fitri dalam suasana keprihatinan. Namun, kondisi keterbatasan tak menyurutkan mereka untuk memaknai kemenangan setelah berpuasa selama Ramadhan.
Di dalam ”rumah sementara” yang terbuat dari terpal plastik, Sugeng Prianto (50) dan keluarganya menyambut ramah tetangga yang bersilaturahmi di hari raya Idul Fitri, Kamis (13/5/2021) pagi. Kehangatan suasana Lebaran tetap terasa di ruang tamu berukuran 4 meter x 5 meter, yang sekaligus berfungsi sebagai kamar tidur dan dapur.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F05%2F89834343-00fd-40b2-80d3-03eb8c48033b_jpg.jpg)
Warga bersilaturahmi dengan korban terdampak gempa Malang di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada hari pertama Lebaran 1442 Hijriah, Kamis (13/5/2021). Meski di rumah sementara dari bahan terpal, pemilik rumah menerima tamunya dengan sukacita.
Pascagempa 6,1 M yang melanda Malang, sekitar sebulan yang lalu, Sugeng dan keluarganya tinggal di bawah tenda terpal. Rumahnya di RT 005 RW 001 Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak berat.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 11 dengan judul "Lebaran Tetap Bermakna di Tengah Keprihatinan Bencana".
Baca Epaper Kompas