logo Kompas.id
›
Nusantara›Jejak 29 Tahun Pendeta Bink:...
Iklan

NATAL DAN TAHUN BARU

Jejak 29 Tahun Pendeta Bink: dari Mansinam, Yende, hingga Holandia

Gottlieb Lodewijk Bink, pendeta dari Belanda, menebarkan misi Kristen di Papua dari Yende sampai Holandia.

Oleh
FABIO MARIA LOPES COSTA
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/pgko8xI-y7WItCHUpgdxmlIDD9o=/1024x1536/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F01%2Fkompas_tark_1463563_32_2.jpeg
Kompas

Gereja tua di kampung Yende, Pulau Roon, Papua Barat. Kampung berpenghuni sekitar 1.300 jiwa ini menjadi salah satu titik awal penyebaran injil di kawasan Teluk Cenderawasih.

Tepat 5 Februari tahun 1855, untuk pertama kali dua pewarta asal Jerman, yakni Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, tiba di tanah Papua, tepatnya di Pulau Mansinam, untuk menyebarkan Injil. Perjalanan keduanya pun menginspirasi banyak tokoh perwarta ke daerah lain di Papua.

Salah satu tokoh yang menjadi pewarta ajaran agama Kristen setelah Ottow dan Geissler adalah Gottlieb Lodewijk Bink yang berasal dari Belanda.  Ia bertugas di Mansinam hingga Manokwari selama 14 tahun. Di kedua daerah ini, Bink membangun gereja Bethel dan membentuk jemaat Maranatha Kota.

Editor:
Ambrosius Harto Manumoyoso
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 0 dengan judul "Jejak 29 Tahun Pendeta Bink: dari Mansinam, Yende, hingga Holandia".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan
Memuat data...