BANJIR
Waktu Surut Bukan Acuan Keberhasilan Pengendalian Banjir Jakarta
Waktu surut banjir Jakarta kurang dari enam jam bukan indikator keberhasilan karena aktivitas warga terganggu.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F03%2F15%2F1a730178-e5f4-4cf1-88a7-44d171820bac_jpeg.jpg)
Warga membawa barang bawaan saat melintasi banjir di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/03/2024).
JAKARTA, KOMPAS — Banjir yang melanda Jakarta setelah hujan deras, salah satunya dari meluapnya air sungai, menandakan penanganan yang belum optimal. DPRD DKI Jakarta menyoroti, waktu surut banjir yang kurang dari enam jam bukanlah indikator keberhasilan penanganan lantaran aktivitas warga terganggu sehingga pada gilirannya berpengaruh terhadap roda perekonomian.
Hujan deras sejak Minggu (24/3/2024) sampai Senin (25/3/2024) mengakibatkan Kali Ciliwung meluap. Sebanyak 30 rukun tetangga (RT) kebanjiran setinggi 30 sentimeter sampai 2 meter. Sebelumnya, Jumat (22/3/2024), banjir melanda 55 RT dan 30 ruas jalan setelah hujan deras turun pada dini hari. Banjir kemudian surut hingga tersisa di sembilan RT pada Sabtu pagi.