logo Kompas.id
MetropolitanBerselubung Cat Perak dan...
Iklan

liputan 4k - hut dki jakarta

Berselubung Cat Perak dan Berbaju Boneka Mengakali Pandemi

Pandemi mengusik rezeki sebagian warga Ibu Kota. Untuk bertahan hidup, ada yang harus turun ke jalanan. Di balik baluran cat perak dan kostum kusam boneka lucu, ada ibu dan bapak yang berjuang demi diri serta keluarga.

Oleh
STEFANUS ATO/FRANSISKUS WISNU WARDHANA DANY
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/VSVJQcReY8HwIklZR5c4xJcQV3U=/1024x768/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2Ff0949293-276d-42a9-9ad1-00c9336be0d3_jpg.jpg
KOMPAS/STEFANUS ATO

Juniarti Sagala (30) berdiri tegak dan menunjukkan sikap hormat di Kawasan Thamrin City, pada Jumat (11/6/2021) sore.

Sinar mentari perlahan redup dan berganti kilau cahaya dari gedung-gedung pencakar langit di seputaran Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Para pekerja tumpah ruah ke trotoar dan jalan di kawasan elite yang menjadi salah satu nadi perekonomian Jakarta.

Pekerja kantoran dan pengunjung pusat perbelanjaan beradu cepat kembali ke kediaman masing-masing. Juniarti Sagala (30) dengan tubuh berlumuran cat perak justru berdiri tegap di depan pintu keluar Thamrin City, Kebon Melati, Tanah Abang, Jumat (11/6/2021) sore.

Editor:
nelitriana
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Berselubuh Cat Perak Mengakali Wabah".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan