Lingkungan
Langit Biru Tak Berarti Polusi Lenyap dari Jakarta
Langit yang berwarna biru tidak selalu berarti kualitas udara membaik. Polusi tetap membayangi kota besar seperti Jakarta saat langit terlihat biru seperti langit di Ibu Kota pada awal bulan ini.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F07%2F6a472917-35a3-4613-ab36-6d580ef405f6_jpg.jpg)
Peserta aksi dari Koalisi Gerakan Ibukota menggelar aspirasi mereka setelah bersepeda dari Bundaran HI menuju Pengadilan Jakarta Pusat, Senin (6/7/2020). Aksi tersebut dilakukan sebagai dukungan bertepatan dengan setahun Koalisi Gerakan Ibukota menggugat pemerintah atas pencemaran udara melalui gugatan warga negara (citizen law suit).
JAKARTA, KOMPAS — Beberapa waktu lalu, unggahan tentang langit biru di Ibu Kota membanjiri lini masa di media sosial. Kemunculan langit biru tidak serta merta menandakan udara di Jakarta membaik. Polusi tetap membayangi Jakarta meskipun mobilitas warga berkurang selama pandemi.
Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu menjelaskan, 1 Januari-12 Desember 2020, rata-rata konsentrasi tahunan particular matter (PM) 2,5 di Jakarta Pusat mencapai 35 mikrogram per meter kubik. Sementara di Jakarta Selatan rata-rata konsentrasi tahunannya mencapai 43 mikrogram per m3.