logo Kompas.id
β€Ί
Metropolitanβ€ΊMasker dan Mahalnya Rasa Aman ...
Iklan

Masker dan Mahalnya Rasa Aman yang Semu

Orang sehat tak perlu memakai masker. Namun, salah paham membuat masker diburu warga. Situasi ini dimanfaatkan banyak pihak untuk meraup keuntungan besar.

Oleh
J Galuh Bimantara/Stefanus Ato/Aguido Adri/Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/oau23oYqPylZlwqTYCA2EHwurUM=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2Fjog3-masker_1583415511.jpeg
KOMPAS/J GALUH BIMANTARA

Sebagian masker sitaan polisi di wilayah hukum Jakarta saat sidak yang dipimpin Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS β€” Selain menindak orang-orang yang diduga menimbun masker atau memproduksi dan mengedarkan masker tanpa izin edar, Kepolisian Negara RI juga mengawasi pembelian di distributor masker guna mencegah adanya pembelian tidak wajar yang mengarah ke penimbunan produk. Ini semua bagian dari upaya meredam lonjakan harga masker di tengah tingginya permintaan akibat wabah virus korona baru.

”Tadi sudah kami sampaikan kepada rekan-rekan (kepolisian) untuk masuk ke distributor-distributor, kemudian memantau pembelian yang tidak wajar,” ucap Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (5/3/2020), di sela inspeksi mendadak ke salah satu distributor masker di Jalan Pancoran 4 Kawasan Glodok, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Editor:
nelitriana
Bagikan