Geopolitik
Ribut di Iran, Kalut di Kawasan
Jika kelompok pendukung demokrasi bisa menjauhkan Khamenei dan IRGC dari pusat kekuasaan sekalipun, bukan berarti tidak akan ada masalah. Sejak 1953, Iran tidak mengenal demokrasi yang berlaku di banyak negara.

Unjuk rasa memprotes kematian Mahsa Amini digelar dekat Amirkabir University of Technology, Teheran, Iran, pada 10 Oktober 2022. Protes atas kekejaman polisi moral itu bermuara ke tuntutan pergantian rezim di Iran.
Bangsa-bangsa Arab belajar dalam 20 tahun terakhir, pergantian penguasa tidak selalu menghasilkan kebaikan. Kekacauan akibat pergantian rezim di Iran akan menciptakan sabuk ketidakstabilan sepanjang lebih dari 3.000 kilometer. Kekhawatiran atas ketidakstabilan menjadi persoalan pokok yang mendahului pertanyaan: akankah ada pergantian rezim di Iran?
Pertanyaan soal pergantian rezim di Iran semakin mengemuka seiring demonstrasi yang memprotes kematian Mahsa Amini. Hingga Jumat (28/10/2022), unjuk rasa masih terus terjadi. Media-media Arab Saudi begitu bergairah menyiarkan unjuk rasa di kota kecil yang diikuti puluhan orang sekalipun.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 3 dengan judul "Ribut di Iran, Kalut di Kawasan".
Baca Epaper Kompas