Kesehatan Mental
Mempertahankan Kewarasan Selama Pandemi
Kesehatan jiwa terkadang luput dari perhatian masyarakat. Padahal, kondisi pandemi Covid-19 berpotensi memberikan tekanan cukup besar bagi kesehatan jiwa seseorang.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F57220a54-925f-4b9d-a5fc-b5d3b2062f37_jpg.jpg)
Ekspresi salah satu pasien yang termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) saat menerima suntikan vaksin Covid-19 di Paviliun Basudewa Rumah Sakit dr Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/6/2021). Sebanyak 34 pasien ODGJ yang dirawat di rumah sakit tersebut menerima suntikan vaksin Covid-19.
JAKARTA, KOMPAS — Berbagai ketidakpastian serta banyaknya berita duka yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 membuat kesehatan jiwa seseorang rentan tertekan. Dalam kondisi seperti ini, upaya untuk mengelola stres serta menjaga kestabilan emosi menjadi sangat penting.
Guru Besar Psikologi Klinis Universitas Padjadjaran Sawitri Supardi Sadarjoen mengatakan, pandemi yang berlangsung berkepanjangan memberikan efek emosi sosial yang cenderung depresif bagi masyarakat. Dalam menjalani aktivitas pun seseorang menjadi lebih khawatir dan takut.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 0 dengan judul "Mempertahankan Kewarasan Saat Pandemi".
Baca Epaper Kompas