logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊPenurunan Tengkes Melambat,...
Iklan

Penurunan Tengkes Melambat, Angka Tengkes Hanya Turun 0,1 Persen

Angka tengkes cenderung stagnan hanya menurun sekitar 0,1 persen dari tahun sebelumnya. Identifikasi masalah diperlukan.

Oleh
DEONISIA ARLINTA
Β· 0 menit baca
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengukur tinggi badan seorang anak di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/3/2022). Sebanyak 48 dari 100 anak balita di sana mengalami tengkes.
ARSIP BKKBN

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengukur tinggi badan seorang anak di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/3/2022). Sebanyak 48 dari 100 anak balita di sana mengalami tengkes.

JAKARTA, KOMPAS β€” Angka stunting atau tengkes cenderung stagnan. Dari data terbaru menunjukkan angka tengkes hanya turun 0,1 persen selama satu tahun. Faktor penyebab perlambatan penurunan tersebut harus segera diidentifikasi. Selain itu, intervensi pun didorong agar difokuskan pada kelompok superprioritas.

Pemerintah telah menargetkan angka tengkes bisa turun menjadi 14 persen pada 2024. Untuk mencapai target itu, idealnya setiap tahun angka tengkes harus turun sekitar 3,8 persen. Namun, dari data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, angka stunting masih 21,5 persen. Itu artinya, hanya turun 0,1 persen dari tahun sebelumnya jika merujuk pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

Editor:
ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Bagikan