logo Kompas.id
HumanioraPijat Bayi Banyak Manfaat,...
Iklan

KESEHATAN ANAK

Pijat Bayi Banyak Manfaat, tetapi Jangan Asal Pijat

Pijat pada bayi punya banyak manfaat untuk menstimulasi anak. Namun, pemijatan harus dilakukan dengan benar dan aman.

Oleh
DEONISIA ARLINTA
· 1 menit baca
Para ibu mempraktikkan cara memijat bayi dan anak yang berusia di bawah dua tahun dalam kegiatan Pijat Bayi Massal di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (7/11).
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Para ibu mempraktikkan cara memijat bayi dan anak yang berusia di bawah dua tahun dalam kegiatan Pijat Bayi Massal di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (7/11).

JAKARTA, KOMPAS — Unggahan seorang ibu baru-baru ini yang bercerita mengenai bayinya yang meninggal setelah dipijat oleh neneknya ramai diperbincangkan oleh warganet. Lewat akun media sosialnya, ibu tersebut menceritakan bayinya yang masih berusia dua hari mengalami pembengkakan saluran pencernaan setelah dipijat oleh neneknya. Setelah sempat dirawat di rumah sakit, bayi tersebut tidak tertolong dan akhirnya meninggal.

Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial RSUP Dr Kariadi Semarang yang juga fasilitator nasional untuk pelatihan stimulasi pijat anak bawah dua tahun (baduta), Fitri Hartanto, mengatakan, pada dasarnya pijat pada bayi memiliki banyak manfaat. Pijat bayi pun sudah bisa diberikan sejak bayi baru lahir. Namun, hal ini harus dilakukan sesuai panduan yang benar.

Editor:
ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 8 dengan judul "Pijat Bayi Banyak Manfaat, tetapi Jangan Asal Pijat".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan
Terpopuler