AGRARIA
Sistem Pendidikan Modern Menghambat Regenerasi Petani
Generasi X masih mendominasi pekerja pertanian di Indonesia, yakni 42,39 persen. Gen Z hanya 2,14 persen.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F27%2Fc7fe4f08-21f4-4e83-a48c-fbd9c14013c4_jpeg.jpeg)
Ngatemi menggendong Naisa, putrinya, sembari bekerja memanen cabai di Desa Banyuroto, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Senin (10/4/2023).
JAKARTA, KOMPAS — Sistem pendidikan modern turut memengaruhi terhambatnya regenerasi petani, mahasiswa yang hidup di perkotaan kebanyakan enggan menerapkan ilmunya langsung di sawah atau hulunya karena lebih memilih bekerja di sektor hilir dalam sistem pertanian. Faktor penghasilan yang tidak menentu juga menghambat regenerasi petani.
Antropolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, Yusuf Ernawan, mengatakan, permasalahan tersebut sudah terjadi pada 1830-an hingga sekarang. Dalam teori involusi yang dijelaskan antropolog Amerika Serikat, Clifford Geertz, dijelaskan bahwa ketertarikan orang desa terhadap kawasannya mengalami penurunan setelah munculnya perkotaan dan model-model pendidikan modern yang bersifat teknis.