KEBUDAYAAN
Optimalkan Wayang Menjadi Diplomasi Kebudayaan
Senawangi mendorong kebudayaan menjadi media diplomasi karena lebih efektif menciptakan perdamaian dunia daripada diplomasi politik.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2018%2F06%2F22%2F8b116802-d575-4c52-94bf-da83045e1f49_jpg.jpg)
Putu Wijaya menghadirkan tokoh wayang Kumbakarna dalam pementasan "Jreng", 11-12 Agustus 2017 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS — Potensi dari kekuatan pewayangan perlu lebih dioptimalkan dalam agenda pemajuan kebudayaan untuk menjadi kekuatan bangsa dalam berbagai aspek kehidupan bernegara. Pergelaran wayang agar terus adaptif berinovasi tanpa menghilangkan esensi agar regenerasi kebudayaan tidak terhenti.
Ketua Umum Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (Senawangi) FH Bambang Sulistyo mengatakan, setiap pelaku budaya wayang harus bekerja keras membudayakan kembali filosofi wayang dalam keseharian. Sebab, kehidupan sosial masyarakat terbentuk dari kebudayaan yang mengakar sejak dahulu.