PENEGAKAN HUKUM
Perkuat Kapasitas Hakim Terkait Lingkungan dan Perubahan Iklim
Penguatan kapasitas hakim diperlukan seiring dengan meningkatnya kasus terkait lingkungan dan perubahan iklim.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2021%2F11%2F24%2F124d3661-5d07-44a6-9a1c-cd9e3ab1e08f_jpg.jpg)
Aktivitas tambang emas liar marak pada hampir sepanjang sungai-sungai di wilayah Kabupaten Bungo, Jambi, seperti tampak dari udara. Penegakan hukum mendesak demi mengatasi pencemaran lingkungan dan kerusakan sungai dari praktik liar tersebut.
BOGOR, KOMPAS — Kasus lingkungan dan perubahan iklim di sejumlah negara, termasuk Indonesia, sudah banyak yang mengarah pada upaya litigasi atau penyelesaian perkara melalui pengadilan. Oleh karena itu, kapasitas para hakim perlu diperkuat untuk mengatasi tantangan terkait tindakan hukum di sektor lingkungan dan perubahan iklim.
Salah satu upaya memperkuat kapasitas para hakim untuk mengatasi tantangan dalam menyelesaikan kasus lingkungan dan perubahan iklim dilakukan melalui program pelatihan ”Asia Pacific Judicial Training Program on Environment and Climate Law and Adjudication: Judges in Triple-Planetary Crisis World”, di Pusat Pelatihan Yudisial Mahkamah Agung, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/10/2023).
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 8 dengan judul "Kapasitas Hakim Perlu Ditingkatkan".
Baca Epaper Kompas