logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊBijak Memilih dan Mengonsumsi ...
Iklan

Bijak Memilih dan Mengonsumsi Pemanis

Aspartam bisa memicu kanker. Namun, pemanis buatan ini tetap boleh dikonsumsi maksimal 40 miligram per kilogram berat badan per hari. Potensi kanker akan muncul jika batas aman asupan harian itu terlampaui.

Oleh
MUCHAMAD ZAID WAHYUDI
Β· 1 menit baca
Seorang pedagang menjual minuman berpemanis di Jakarta, Senin (9/3/2020).
KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Seorang pedagang menjual minuman berpemanis di Jakarta, Senin (9/3/2020).

”Orang yang tidak bernilai hidup hanya untuk makan dan minum, orang yang bernilai akan makan dan minum untuk hidup.” (Socrates, 469 SM-399 M)

Pemanis buatan aspartam telah ditetapkan sebagai bahan tambahan pangan yang kemungkinan bisa memicu kanker. Meski demikian, konsumsi aspartam tetap diperbolehkan dalam batas tertentu. Kini, pilihan dikembalikan kepada konsumen, apakah akan mengonsumsi aspartam, memilih pemanis lain, atau mengurangi konsumsi gula dan pemanis.

Editor:
ICHWAN SUSANTO
Bagikan