KERUKUNAN BERAGAMA
Komitmen Bersama Mewujudkan Perdamaian Dunia
Perdamaian dunia hanya akan terwujud jika umat manusia mempunyai komitmen bersama untuk hidup dalam kerukunan. Semangat persaudaraan global semestinya digelorakan sejalan dengan tingginya kemajemukan.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F02%2F13%2F170f76c5-cef8-4957-8f6b-24b81cd8713d_jpeg.jpg)
Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Vatikan Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot (tengah, baju wisuda warna merah) menerima ijazah dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Al Makin dalam acara penganugerahan gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) di UIN Sunan Kalijaga, DI Yogyakarta, Senin (13/2/2023).
KOMPAS, YOGYAKARTA — Perdamaian dunia hanya akan terwujud jika umat manusia mempunyai komitmen bersama untuk hidup dalam kerukunan. Semangat persaudaraan global semestinya digelorakan sejalan dengan tingginya kemajemukan. Namun, itu semua tidak boleh berhenti pada tataran gagasan yang mengawang-awang. Dibutuhkan pula praktik nyata seperti pertemuan lintas budaya dan agama yang nantinya benar-benar melahirkan kesepahaman.
Wacana itu mengemuka dalam penganugerahan gelar doktor kehormatan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kepada tiga tokoh agama, yaitu Prefek Dikasteri untuk Dialog Antar Agama Vatikan Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, dan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Periode 2005–2010 Sudibyo Markus, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (13/2/2023).