sekolah siaga bencana
Budaya Aman dan Siaga Bencana di Sekolah Membuat Sekolah Sigap
Penguatan budaya aman dan siaga di sekolah-sekolah terus diperkuat Kemendikbudristek. Sekolah siaga mampu menyelamatkan warga sekolah saat mengahadapi bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi di sekolah.

Ilustrasi sekolah terdampak bencana. Siswa SD Yayasan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sukaraja di Desa Sukaraja, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, membantu memindahkan meja ke dalam tenda darurat sebagai ruang kelas sementara pada hari pertama kegiatan belajar awal Januari 2019. Gelombang tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018 menyebabkan bangunan SD tersebut rusak berat.
JAKARTA, KOMPAS — Budaya aman dan siaga di sekolah terus diupayakan untuk membangun ketahanan dalam menghadapi bencana. Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana, pemerintah mendukung sekolah agar memiliki fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.
Sebanyak 342 satuan pendidikan dilaporkan terdampak gempa bumi di Cianjur. Berdasarkan data yang dihimpun Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), total jumlah sekolah yang terdampak gempa di Cianjur tersebut terdiri dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA/SMK. Selain itu, juga sekolah luar biasa dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).