KESEHATAN ANAK
Penggunaan Antidotum Gangguan Ginjal Indikasikan Perbaikan
Penggunaan fomepizole sebagai antidotum sejauh ini mengindikasikan adanya perbaikan pada fungsi ginjal pasien gangguan ginjal akut. Obat ini juga membuat kasus gangguan ginjal akut baru dan kematian menurun signifikan.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F10%2F23%2F046b365a-192f-4848-a085-1e21d2aab32a_jpg.jpg)
Poster pemberitahuan perihal penghentian sementara penjualan obat sirop di apotek Wisnu, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, Minggu (23/10/2022). Penghentian penjualan produk obat sirop tersebut menyusul imbauan Kementerian Kesehatan terkait merebaknya penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak.
JAKARTA, KOMPAS — Hingga 1 November 2022, kejadian gangguan ginjal akut mencapai 325 kasus dengan 178 orang meninggal. Sebagai upaya tindak lanjut, Kementerian Kesehatan telah menyediakan fomepizole sebagai antidotum dan penggunaan sejauh ini mengindikasikan ada perbaikan pada fungsi ginjal pasien.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022). Kegiatan ini sekaligus dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gabungan perusahaan farmasi Indonesia, serta International Pharmaceutical Manufactures Group (IPMG).
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 1 dengan judul "Penggunaan Antidotum Gangguan Ginjal Indikasikan Perbaikan".
Baca Epaper Kompas