PANDEMI COVID-19
Lonjakan Kasus Omicron di Kalsel Diprediksi Belum Capai Puncak
Lonjakan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan yang dipicu penularan varian Omicron diperkirakan belum mencapai puncak. Perlu pengendalian mobilitas penduduk, disiplin prokes, dan akselerasi vaksinasi.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F02%2F10%2F101031b2-817e-4669-bff4-e9823b9a4fc8_jpg.jpg)
Anak-anak bersama orangtuanya antre untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 serentak yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan di Gedung Sultan Suriansyah, Kota Banjarmasin, Kamis (10/2/2022). Vaksinasi tersebut menyasar 3.000 orang dari kelompok anak-anak, lansia, dan masyarakat umum.
BANJARMASIN, KOMPAS — Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan yang diduga dipicu penularan varian Omicron diperkirakan belum mencapai puncak. Kebijakan pengendalian mobilitas penduduk, penegakan disiplin protokol kesehatan, serta akselerasi vaksinasi diperlukan untuk mengendalikan penyebaran.
Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin mengatakan, Kalsel telah mengalami ledakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron sebagaimana kondisi nasional. Lonjakan kasus di Kalsel dimulai pada 18 Januari 2022 didapati satu kasus positif Covid-19 varian Omicron.