KESETARAAN JENDER
Perempuan Masih Terpinggirkan dalam Perekonomian G-20
Perempuan secara global masih terpinggirkan dalam aktivitas ekonomi ataupun pengambilan kebijakan publik, terutama semasa pandemi. Perwakilan kaum perempuan dari negara G-20 mendesak perubahan.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2020%2F04%2F14%2F20200412kum102_1586835785_jpg.jpg)
Poster RA Kartini menghiasi tembok rumah di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kota Tangerang, Minggu (12/4/2020). RA Kartini dikenal sebagai pejuang emansipasi perempuan.
MANADO, KOMPAS — Perempuan secara global masih terpinggirkan dalam aktivitas ekonomi ataupun pengambilan kebijakan publik. Keadaan itu memburuk semasa pandemi Covid-19. Perwakilan kaum perempuan dari negara-negara G-20 pun mendesak adanya perumusan kebijakan yang berpihak pada perempuan di bawah presidensi Indonesia.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan Women 20 (W-20), jejaring transnasional organisasi perempuan dari negara-negara Group of 20 (G-20), Selasa (15/2/2022), di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang digelar secara hibrida. Pembebasan perempuan dari diskriminasi berbasis jender menjadi inti bahasan.