KULINER
Olahan Buah Pala dari Fakfak
Keberadaan pohon pala sekaligus juga menjadi salah satu gerbang utama pelestarian hutan di Fakfak. Hal itu mengingat secara filosofis tanaman pala tergolong tabu ditebang
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2F20210416HAS09_1618565590.jpg)
Proses memasak Koret Wedi Na Kekeir, menu dari Fakfak, Papua Barat, yang berbahan pala di Kaum, Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Buah dan biji pala sejak dahulu sudah menjadi salah satu komoditas paling berharga di antara beragam jenis produk tanaman rempah asal Indonesia. Rempah-rempah itu pula yang menjadi alasan utama sejumlah bangsa Eropa datang menjajah bumi Nusantara hingga ratusan tahun sehingga menimbulkan banyak kesengsaraan.
Tanaman pala memang banyak tumbuh di kawasan timur Indonesia. Kepulauan Maluku, Ternate, dan Tidore dikenal sebagai sumber pala terbaik dunia hingga kini. Tak jauh berbeda dengan ketiga daerah itu, kawasan barat Papua, terutama Fakfak, juga menghasilkan komoditas sama, buah dan biji pala, yang juga tak kalah berkualitas.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 0 dengan judul "Olahan Buah Pala dari Fakfak".
Baca Epaper Kompas