Pasar Properti
Pembangunan Infrastruktur Gairahkan Pengembang
Membuka lembaran tahun 2021, daya tarik utama pasar properti masih terletak pada dua faktor, konektivitas infrastruktur dan harga properti. Jarak lokasi hunian dengan pusat kota tak lagi jadi pertimbangan utama.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2Fb0ff631b-c03b-4498-948c-1424f6b4a7f5_jpg.jpg)
Promo hunian di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/11/2020). Pasar properti mengalami anomali di tengah pandemi Covid-19 kali ini. Di tengah kondisi ekonomi yang merosot, termasuk pasar properti, sejumlah pengembang jalan terus dengan peluncuran proyek-proyek baru dan rajin menawarkan di mana pun.
Membuka lembaran tahun 2021, daya tarik utama pasar properti masih terletak pada dua faktor, konektivitas infrastruktur dan harga properti. Jarak lokasi hunian dengan pusat kota—sebagai tempat mencari nafkah—tidak lagi menjadi pertimbangan utama selama mudah dijangkau dan bebas macet.
Tak heran, kawasan hunian terpadu dengan kemudahan akses jalan tol baru dan jalur transportasi massal bakal tetap menjadi incaran konsumen. Bagi pengembang, kombinasi antara harga yang terjangkau dan kemudahan mobilisasi akan menjadi daya tarik utama yang perlu diprioritaskan.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 13 dengan judul " Infrastruktur Gairahkan Pengembang".
Baca Epaper Kompas