OLAHRAGA
E-sport Masih Menghadapi Stigma
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F02%2F20190209cokd-piala-presiden-esport-2019-baliSILO.jpg)
Olahraga elektronik (e-sport) berkembang pesat di Indonesia. Meski demikian, sosialisasi kepada masyarakat mengenai cabang olahraga ini masih diperlukan untuk menepis citra negatif e-sport.
JAKARTA, KOMPAS — Industri olahraga elektronik atau e-sport masih dibayangi anggapan negatif dari sebagian masyarakat. Untuk itu, sosialisasi dari berbagai pihak masih dibutuhkan untuk menghapuskan citra negatif tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Rex Regum Qeon (RRQ) Andrian Pauline dalam konferensi pers kerja sama Pop Mie dan dua tim e-sport Indonesia, yaitu RRQ dan Evos E-Sport, di Jakarta, Selasa (26/2/2019). Turut hadir dalam acara itu Co-Founder Evos E-Sport Hartman Harris Christian dan Senior Brand Manager Pop Mie Noodle Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Vemri Veradi Junaidi.