Tokok sagu dimulai dengan membelah batang pohon sagu. Batang pohon yang mengandung "sep" (sagu) dipukul dengan martil kayu tradisional bernama "wek". Cacahan "sep" disebut "wel". "Wel" akan dicampur air, diperas, lantas air perasannya dibiarkan mengendap. Endapan sagu tersebut kemudian diolah menjadi berbagai makanan.
KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI