Naik 2,7 Persen, Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Patut Jadi Perhatian
Peningkatan ULN Indonesia mengindikasikan peningkatan kebutuhan pembiayaan, tetapi harus tetap diwaspadai.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F08%2F05%2F26f27d0d-f98e-45dc-8f02-e26b7082fd3c_jpg.jpg)
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/8/2024). Agenda rapat terbatas, antara lain, membahas rencana kerja pemerintah, nota keuangan, dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Presiden Jokowi menginginkan dalam RAPBN 2025 mengakomodir semua program presiden terpilih.
JAKARTA, KOMPAS — Meningkatnya utang luar negeri Indonesia pada triwulan II-2024 mengindikasikan peningkatan kebutuhan pembiayaan, baik di sektor publik maupun swasta. Meski masih tergolong sehat, peningkatan utang tersebut tetap harus diwaspadai mengingat akan ada pergantian pemerintahan yang berpotensi memicu bertambahnya utang.
Statistik Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2024 menunjukkan, posisi ULN Indonesia tercatat sebesar 408,6 miliar dollar AS atau naik sebesar 2,7 persen secara tahunan. Torehan tersebut berbalik setelah ULN Indonesia pada triwulan I-2024 mencatatkan kontraksi sebesar 0,2 persen secara tahunan.