perkantoran
Gedung Perkantoran Hijau Makin Diminati
Permintaan perkantoran ramah lingkungan meningkat di tengah stagnasi pasar ruang sewa perkantoran.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F25%2F37fae6eb-eb63-4b9e-96c0-645715d97492_jpg.jpg)
Ruang terbuka hijau (RTH) di antara belantara gedung dan hunian yang memadati di kawasan jantung Jakarta, Kamis (25/1/2024). Dalam laman informasi jakartasatu.jakarta.go.id, RTH DKI Jakarta seluas 33,34 kilometer persegi. Jumlah itu mencakup 5,2 persen dari luas Jakarta yang mencapai 661,5 kilometer persegi.
JAKARTA, KOMPAS — Permintaan terhadap gedung perkantoran yang lebih ramah lingkungan cenderung meningkat di tengah stagnasi pasar gedung perkantoran. Gedung bersertifikasi hijau tidak hanya berkembang pada perkantoran grade A dan premium, tetapi juga mulai dibidik oleh gedung-gedung grade B.
Konsultan properti Knight Frank Indonesia, dalam paparan Jakarta Property Highlight H2-2023, merilis, permintaan gedung perkantoran yang menerapkan prinsip prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) terus meningkat, terutama pascapandemi Covid-19. Ruang sewa perkantoran yang ramah lingkungan dan mengantongi sertifikat hijau (green building) umumnya diminati oleh perusahaan multinasional.