logo Kompas.id
Ekonomi577 Gigaton Potensi...
Iklan

Penyimpanan Karbon

577 Gigaton Potensi Penyimpanan Karbon, Terbesar di Laut Utara Jatim

Angka dihitung dari 20 cekungan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, yang statusnya sudah berproduksi.

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
· 1 menit baca
Petugas lapangan memantau proses injeksi karbon dioksida di Sumur JTB-161 Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (26/10/2022). Injeksi karbon dioksida ini merupakan penerapan hasil studi bersama antara PT Pertamina (Persero) dan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation. Penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak dan menurunkan emisi gas rumah kaca.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Petugas lapangan memantau proses injeksi karbon dioksida di Sumur JTB-161 Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (26/10/2022). Injeksi karbon dioksida ini merupakan penerapan hasil studi bersama antara PT Pertamina (Persero) dan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation. Penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

JAKARTA, KOMPAS — Penghitungan yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan potensi penyimpanan karbon di Indonesia total sebesar 577 gigaton, yang terdiri dari depleted reservoir dan saline aquifer. Potensi penyimpanan terbesar terletak di laut lepas utara Jawa Timur. Terbitnya peraturan presiden tentang penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS diharapkan membuat teknologi itu benar-benar bisa diterapkan di Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji, dalam sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2024 tentang CCS, di Jakarta, Selasa (20/2/2024), memaparkan bahwa, dari hasil penghitungan dengan standar keteknikan industri migas, diketahui, potensi kapasitas penyimpanan karbon dengan metode saline aquifer sebesar 572,77 gigaton dan metode depleted oli & gas reservoir sebesar 4,85 gigaton.

Editor:
AUFRIDA WISMI WARASTRI
Bagikan
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Memuat data...