Pertanian
Petani Muda Kian Beringsut
Jumlah petani muda di Tanah Air terus berkurang di tengah problem penyediaan pangan yang makin kompleks di masa depan. Usaha ekstra dinilai perlu dilakukan untuk menarik lebih banyak generasi muda terjun ke pertanian.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2020%2F01%2F10%2F20200110wer3_1578642452_jpg.jpg)
Petani membungkus buah apel muda di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (26/12/2019).
JAKARTA, KOMPAS — Ancaman krisis pangan membuat usaha mendongkrak produktivitas sektor pertanian melalui inovasi teknologi makin urgen. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan partisipasi generasi muda, yakni kelompok milenial dan generasi Z, yang dinilai lebih melek teknologi, untuk terjun ke sektor pertanian.
Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies, Arisyi Raz, berpendapat, sektor pertanian membutuhkan partisipasi pemuda yang lebih besar agar bisa terus tumbuh. Peluang pasar masih terbuka, sementara petani perlu regenerasi.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 9 dengan judul "Petani Muda Kian Beringsut".
Baca Epaper Kompas