logo Kompas.id
EkonomiPendataan Jadi Tantangan...
Iklan

EKONOMI KEUANGAN SYARIAH

Pendataan Jadi Tantangan Memacu Ekspor Produk Halal

Yang saat ini digunakan ialah State of the Global Islamic Economy Report. Dalam indikator itu, pada 2022, Indonesia menempati posisi 4, setelah Malaysia (1), Saudi Arabia (2), dan Uni Emirat Arab (3).

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
· 1 menit baca
Sejumlah gerai mode pada Bandung Muslim Life Fair 2022 di Bandung Convention Center, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/12/2022). Pameran yang berlangsung 9-11 Desember 2022 itu, diikuti 230 exhibitor dari 150 jenama (brand). Sebanyak 59 jenama di antaranya berasal dari Jawa Barat dan 85 jenama dari luar Jawa Barat.
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Sejumlah gerai mode pada Bandung Muslim Life Fair 2022 di Bandung Convention Center, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/12/2022). Pameran yang berlangsung 9-11 Desember 2022 itu, diikuti 230 exhibitor dari 150 jenama (brand). Sebanyak 59 jenama di antaranya berasal dari Jawa Barat dan 85 jenama dari luar Jawa Barat.

BANDUNG, KOMPAS - Pendataan masih menjadi tantangan bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk halal sekaligus memperkuat posisi dalam indikator ekonomi berbasis Islam. Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah mencoba mengumpulkan semua data sehingga nantinya ada satu data terkait ekonomi dan keuangan syariah.

Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) Putu Rahwidhiyasa, di sela-sela Bandung Muslim Life Fair di Kota Bandung, Jumat (9/12/2022) mengatakan, saat ini sudah ada data yang disusun Kementerian Perdagangan terkait ekspor produk halal. Namun, perlu ada validasi data lebih dulu.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan
Terjadi galat saat memproses permintaan.