PANDEMI DAN EKONOMI
WTO: Perdagangan dan Distribusi Vaksin Alami Hambatan
Masih banyak negara yang belum menuntaskan vaksinasi dosis pertama dan kedua. Persetujuan dosis vaksin ”booster” yang berbeda-beda antarnegara dapat berkontribusi pada kekurangan pasokan vaksin global.

Lampu lalu lintas bagi pejalan kaki menyala merah tak jauh dari Gedung Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Genewa, Swiss, pada 10 Desember 2019.
JAKARTA, KOMPAS — Organisasi Perdagangan Dunia menyebutkan, perdagangan dan distribusi vaksin Covid-19 mengalami sejumlah hambatan dan tantangan. Hambatan dan tantangan itu antara lain tingginya bea masuk, kebijakan setiap negara yang berbeda-beda terhadap vaksin booster, gangguan rantai pasok, dan terbatasnya sejumlah produk penunjang vaksin.
Hal itu mengemuka dalam dua laporan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang diliris pada 8 Oktober 2021. Kedua laporan itu bertajuk ”Indicative List of Trade-Related Bottlenecks and Trade-Facilitating Measures on Critical Products to Combat Covid-19” dan ”Covid-19 Vaccine Production and Tariffs on Vaccine Inputs”.