logo Kompas.id
›
Ekonomi›Masa Restrukturisasi Kredit...
Iklan

Masa Restrukturisasi Kredit Diperpanjang hingga 31 Maret 2023

Otoritas Jasa Keuangan memperpanjang relaksasi restrukturisasi kredit debitur terdampak Covid-19 demi menjaga momentum pemulihan dan memitigasi dampak pandemi yang dinilai masih diliputi ketidakpastian.

Oleh
Benediktus Krisna Yogatama
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/iEILcNEfQgHWULO21aWMAFwdS4s=/1024x683/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F02%2Fcdcd2db8-6866-4599-8558-b83d286982b5_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Teller Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di Kantor Cabang Hasanudin, Blok M, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bank yang merupakan hasil merger dari PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri tersebut, resmi beroperasi pada Senin (1/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Otoritas Jasa Keuangan memutuskan  memperpanjang tenggat relaksasi restrukturisasi kredit debitor terdampak Covid-19 dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023. Keputusan ini diambil untuk  menjaga momentum  pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas perbankan serta kinerja debitor yang sudah mulai mengalami perbaikan.

Namun, perbankan tetap berupaya menjaga kualitas penyaluran kredit di tengah keputusan itu. Perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit juga berlaku bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan