VAKSINASI GOTONG ROYONG
Polemik Dagang Vaksin
Di tengah kondisi darurat pandemi ini, pemerintah berteriak-teriak di "luar kandang" memperjuangkan akses kesetaraan vaksin global. Namun, di kandang sendiri justru mengaburkan akses kesetaraan vaksin tersebut.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F05%2Fddb4028a-2073-4bef-9fd3-0f7354433f3e_jpg.jpg)
Vaksinator menyuntikkan dosis pertama vaksin Covid-19 kepada salah satu peserta vaksinasi di sentra vaksinasi gotong royong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang berada di Senayan Park Mall, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Melalui sentra vaksinasi gotong royong tersebut Kadin Indonesia membantu perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki kerja sama dengan fasilitas kesehatan termasuk UMKM untuk mendapatkan layanan vaksinasi bagi karyawan dan keluarga karyawan. Setiap hari akan disiapkan kuota vaksinasi untuk 500 orang.
Sepertinya ada yang tidak rela jika vaksin digratiskan bagi semua masyarakat. Sejak awal mula perencanaan program vaksinasi nasional hingga kini, nuansa dagang vaksin terselip di sela-sela guliran vaksin gratis. Begitu ada alasan yang dianggap pas, kebijakan itu tiba-tiba menyeruak muncul diterapkan.
Legalisasinya? Gampang saja. Tinggal diubah atau disesuaikan menurut kemauan para pengambil kebijakan. Kemudian narasinya, bahkan nama programnya, dibangun sebaik mungkin untuk meyakinkan berbagai kalangan.