INDUSTRI DIGITAL
Keberhasilan ”Start Up” Melantai di Bursa Nasional Perlu Diupayakan
Otoritas pasar modal tengah berupaya memberikan dukungan regulasi untuk melapangkan jalan perusahaan rintisan melakukan IPO di tengah kenyamanan para Startup mencari sumber pendanaan secara privat.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F01%2F4069eab7-c28e-4955-838b-02ee5b74794d_jpg.jpg)
Petugas mengoperasikan salah satu mesin di Laboratorium Teknik 2 Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (27/1/2020). Gedung senilai Rp 42 miliar yang dibiayai melalui penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) itu akan menjadi laboratorium terpadu utuk riset teknologi. Laboratorium juga dilengkapi peralatan canggih berbasis digital untuk menunjang kebutuhan revolusi industri 4.0.
JAKARTA, KOMPAS — Minat investor global terhadap perusahaan rintisan berbasis teknologi atau start up di Tanah Air cukup tinggi sehingga perlu diakomodasi melalui aksi penawaran saham perdana perusahaan di lantai bursa nasional. Sayangnya, banyak start up hingga saat ini masih lebih nyaman mencari sumber pendanaan secara privat.
Ketua Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc) Mirza Adityaswara mengatakan, sektor ekonomi digital nasional berkembang pesat di Indonesia dengan hadirnya perusahaan-perusahaan rintisan di bidang teknologi tersebut, baik yang sudah mencapai skala unicorn maupun belum.