PARIWISATA
Protokol Kesehatan di Industri Pariwisata Tak Bisa Ditawar
Kesehatan jadi pertimbangan utama wisatawan untuk bepergian. Maka, tak ada cara lain, protokol kesehatan di mana pun, termasuk di tempat wisata, mesti ditegakkan.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2F20201130nik-patirtan-jalatunda2_1606724272.jpg)
Wisatawan bergantian mandi di pancuran. Pandemi Covid-19t ak menyurutkan minat wisatawan berwisata di Patirtan Jalatunda di lereng Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto, akhir pekan ini, Minggu (29/11/2020). Selain menikmati lanskap alam, wisatawan juga mengambil air suci dari sumber keramat yang berusia lebih dari dua abad ini untuk dikonsumsi dan mandi karena percaya memiliki khasiat tertentu.
JAKARTA, KOMPAS — Penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 tak bisa ditawar, termasuk dalam industri pariwisata. Oleh karena itu, pariwisata berkualitas yang berkomitmen kuat menegakkan protokol kesehatan terus digalakkan.
Pemerintah berupaya menerapkan sertifikasi ”Indonesia Care” terhadap pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor ini. Sertifikasi diiringi komitmen menerapkan protokol kesehatan berbasis kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan atau CHSE.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 9 dengan judul "Protokol Kesehatan di Industri Pariwisata Tak Bisa Ditawar".
Baca Epaper Kompas