logo Kompas.id
›
Pendidikan & Kebudayaan›Selesaikan Kekerasan di...
Iklan

Selesaikan Kekerasan di Sekolah secara Proporsional

Kekerasan masih mewarnai lembaga pendidikan. Masalah ini hendaknya dipetakan dan diselesaikan secara proporsional dengan mengutamakan keamanan peserta didik.

Oleh
MEDIANA
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/PXp5nU5gx0Kir961zvcsvSdMluE=/1024x1024/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F05%2F459930_getattachmented89f701-e716-4af9-8060-a77e8d3ca0f1451315.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Anak-anak sekolah dasar berjalan seusai pulang sekolah di atas pasir putih di Desa Darat Pantai, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (3/8/2017). Mereka sudah terbiasa berjalan kaki pulang sekolah yang berjarak 2,5 kilometer dari rumahnya.

Permasalahan kekerasan di lembaga pendidikan masih terulang. Korban tidak hanya siswa, terkadang juga guru. Masalah ini hendaknya dipetakan dan diselesaikan secara proporsional, terutama dengan mengutamakan keamanan peserta didik.

Salah satu kasus yang baru-baru ini terjadi adalah kekerasan di Sekolah Seminari Bunda Segala Bangsa (SBSB) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dua siswa senior memaksa siswa yunior untuk menjilat tinja alias kotoran manusia di asrama di sekolah tersebut.

Editor:
ilhamkhoiri
Bagikan