logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊBiosekuriti Lemah, Peternakan ...
Iklan

Biosekuriti Lemah, Peternakan Kecil Rentan Tertular Virus

Pencegahan demam babi afrika sulit dilakukan di level peternakan kecil. Sifat virus yang bisa menular lewat benda hidup ataupun benda mati hanya mungkin dicegah dengan penerapan biosekuriti yang ketat.

Oleh
Pandu Wiyoga
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/1G4yg14-pGemNe8GlRJrM35H6sQ=/1024x680/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F09%2Fa4ffeab3-58ff-4701-8812-212f6d177231_jpeg.jpg
KOMPAS/PANDU WIYOGA

Para peternak di Teluk Bakau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, tengah menyelamatkan ternaknya saat ditertibkan petugas Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan Batam, Selasa (19/9/2019).

BATAM, KOMPAS β€” Pencegahan demam babi afrika sulit dilakukan di level peternakan kecil. Sifat virus yang bisa menular lewat benda hidup ataupun benda mati hanya mungkin dicegah dengan penerapan biosekuriti yang ketat. Namun, hal itu membutuhkan biaya besar dan tenaga ahli yang sulit dipenuhi peternak kecil.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melaporkan, wabah demam babi afrika atau african swine fever (ASF) telah merebak di 16 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Laporan tersebut dimuat dalam situs web Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) pada 17 Desember 2019.

Editor:
Mohamad Final Daeng
Bagikan