logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊMenjaga Marwah Pusat...
Iklan

Menjaga Marwah Pusat Kebudayaan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin mengungkapkan tujuan dibangunnya pusat kebudayaan Taman Ismail Marzuki di Ibu Kota. Sebuah fasilitas sebagai wadah menyuburkan kesenian Indonesia tanpa intervensi pemerintah/politik.

Oleh
YOHANES ADVENT KRISDAMARJATI
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/ztirYi9b22PMpUY69vDKX8cgWw8=/1024x594/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F12%2F73272540_1543677999.jpg
KOMPAS/JIMMY S HARIANTO

Aksi penyanyi Ahmad Albar dan gitaris Ian Antono (God Bless) di panggung terbuka Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (24/5/1975).

”Saya ingin menjadikan ibu kota Jakarta juga sebagai kota budaya, di mana kesenian Indonesia dalam segala cabangnya dapat muncul dan subur di pusat kebudayaan ini.” (Gubernur Ali Sadikin, Kompas 23 Oktober 1968)

Gubernur DKI Jakarta (1966-1977) Ali Sadikin menyampaikan tujuan dibangunnya pusat kebudayaan di Ibu Kota. Sebuah fasilitas yang sedianya sebagai wadah untuk menyuburkan kesenian Indonesia. Pembangunan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki merupakan peristiwa monumental pada era setelah terjadinya gejolak politik 1965.

Editor:
Bagikan