logo Kompas.id
UtamaGugur Bunga di Jalanan Bumi...
Iklan

Gugur Bunga di Jalanan Bumi Pertiwi

Bunga-bunga bangsa itu tumbang dalam protes terhadap aturan pemerintah yang dianggap bermasalah. Diiringi lagu ”Gugur Bunga”, rekan-rekan mereka memperjuangkan keadilan, menuntut agar pelaku segera diungkap.

Oleh
SAIFUL RIJAL YUNUS
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/_UtBtVfXVk8gfgChEAvfV36gGCQ=/1024x683/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F10%2F1e3bf363-e320-4efa-bb29-23dca5d1ec05_jpg.jpg
KOMPAS/RHAMA PURNA JATI

Sejumlah mahasiswa dari sejumlah universitas di Palembang melakukan aksi solidaritas dan doa bersama di kawasan Bundaran Air Mancur (BAM) Palembang, Selasa (1/10/2019). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya dua mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan kecaman terhadap tindakan represif aparat.

Bunga-bunga bangsa itu tumbang, ambruk, dan meregang nyawa, dalam protes terhadap aturan pemerintah yang dianggap bermasalah. Diiringi lagu Gugur Bunga (di Taman Bakti), rekan-rekan mereka memperjuangkan keadilan, menuntut agar pelaku segera terungkap.

Telah gugur, pahlawanku. Tunai Sudah janji bakti…,” seorang aparat melantunkan penggalan lagu Gugur Bunga, karangan Ismail Marzuki, di lorong Markas Polda Sulawesi Tenggara, Rabu (2/10/2019) jelang sore. Nadanya mengapung di udara, lalu memantul di dinding-dinding ruangan. Bait lagu itu juga menempel di telinga dan meraung di dalam dada.

Editor:
Siwi Yunita
Bagikan