logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊUdara Malam yang Dingin Bisa...
Iklan

Udara Malam yang Dingin Bisa Diubah Jadi Listrik

Di luar pembangkitan energi dengan pencahayaan, kami percaya teknologi ini (dengan pendinginan radiasi) bisa digunakan secara luas untuk pembangkit listrik di daerah terpencil dimana saja,

Oleh
M Zaid Wahyudi
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/1-2nXWpHy4tMox4U6kf2HgeGDsw=/1024x767/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F09%2F06d3b3a2-251c-4349-bd86-0d0003db7876_jpg.jpg
KOMPAS/CELL/JOULE/AASWATH RAMAN

Lampu LED yang dinyalakan dengan energi listrik yang berasal dari pendinginan radiasi

Sinar Matahari masih jadi andalan sumber energi terbarukan. Bentuk energi ini tidak bisa digunakan saat malam hari atau ketika langit mendung berawan. Kini, para ilmuwan bisa mengubah malam yang gelap menjadi energi listrik.

Sejumlah peneliti dari Universitas California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, berhasil membuat perangkat termoelektrik yang berhasil mengubah fenomena pendinginan radiasi menjadi energi listrik. Ke depan, teknologi ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik di luar angkasa yang gelap dan dingin.

Editor:
evyrachmawati
Bagikan