Stigma dan Diskriminasi Menghambat Eliminasi Kusta
Stigma bahwa kusta mudah menular ditambah cacat fisik yang terlihat memicu diskriminasi terhadap pengidap dan mantan penderitanya.
MAKASSAR, KOMPAS—Adanya stigma di masyarakat terhadap penderita dan orang yang pernah terkena kusta menghambat penanggulangan kusta di Tanah Air. Kerentanan terkena penyakit itu kian tinggi di masyarakat kurang mampu karena kurang gizi, buruknya sanitasi, serta rendahnya kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat.
Stigma bahwa kusta mudah menular ditambah cacat fisik yang terlihat memicu diskriminasi terhadap pengidap dan mantan penderitanya. Itu membuat banyak orang tak mau periksa dan berobat meski menyadari terkena kusta hingga mengalami kecacatan. Orang yang sembuh pun sulit mendapat penghidupan layak. Jadi penanganan kusta tak bisa hanya dianggap urusan sektor kesehatan tapi juga terkait aspek sosial dan ekonomi.