kebakaran lahan
Walhi Soroti Lemahnya Monitoring terhadap Korporasi
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahun dinilai karena lemahnya monitoring dan evaluasi pemerintah terhadap pengelolaan lahan konsesi korporasi.

Api menyala di Taman Nasional Tesso Nilo akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah dekat kamp Flying Squad di Desa Lubuk Kembang Bunga sepekan terakhir.
JAKARTA, KOMPAS — Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahun dinilai karena lemahnya monitoring dan evaluasi pemerintah terhadap pengelolaan lahan konsesi korporasi. Padahal, pencegahan kebakaran salah satunya bisa dilakukan dengan merestorasi lahan gambut secara menyeluruh, termasuk di lahan konsesi tersebut.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) Muhammad Hairul Sobri mengatakan, pencegahan kebakaran lahan gambut tidak bisa dilakukan dengan merestorasi lahan gambut secara parsial. Di Sumsel sebagian besar lahan gambut berada di lahan konsesi perusahaan.