logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊJalan Sempit Industri Gim
Iklan

Jalan Sempit Industri Gim

Oleh
Yohanes Mega Hendarto
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/r4WqhGxK4_OJrhTQarsmbnfYfwc=/1024x497/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F02%2F20190218_1457340_1550491109.jpg
LORENZO ANUGRAH MAHARDHIKA UNTUK KOMPAS

Salah satu pemain e-sport dari tim EVOS E-Sports sedang bermain video gim berbasis telepon pintar, Mobile Legends, di sela-sela pengesahan kerja sama PT Dua Kelinci dengan dua tim profesional e-sport, RRQ dan EVOS, pada Senin (18/2/2019) di Jakarta. Industri e-sport semakin dilirik oleh perusahaan-perusahaan di luar bidang teknologi karena digemari generasi milenial.

Di mata produsen gim internasional, Indonesia menjadi lahan basah untuk menumbuhkan pasar gim berbasis multiplatform. Pasar pengguna dan pemain gim di Indonesia kian tumbuh dan menjanjikan. Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan pengembang gim lokal sudah saatnya melebarkan sayap lebih jauh ke pasar luar negeri.

Menurut laporan Newzoo, Indonesia memiliki catatan menggiurkan sebagai salah satu negara pengguna gim terbesar. Pada 2014, Indonesia memiliki 34 juta pengguna gim dengan total konsumsi sebanyak 181 juta dollar AS di tahun yang sama. Jumlah ini kian naik tiap tahunnya dan di 2018 meningkat menjadi 82 juta pengguna dengan konsumsi 1,13 miliar dollar AS.

Editor:
Bagikan