logo Kompas.id
β€Ί
Utamaβ€ΊGudang Garam Nasional Belum...
Iklan

Gudang Garam Nasional Belum Berfungsi

Gudang Garam Nasional yang dibangun Kementerian Kelautan Perikanan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 2017, belum berfungsi optimal. Padahal, dengan menerapkan sistem resi gudang, harga garam di tingkat petani dapat dijaga agar tidak anjlok ketika masa panen seperti saat ini.

Oleh
ABDULLAH FIKRI ASHRI
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/loL--NJiidLybpa0LQZ6Bhafqvc=/1024x683/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F07%2F20190704IKI-Gudang-Garam-Nasional-di-Cirebon-5SILO.jpg
KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI

Caridi (67), petani garam, tumpukan garam sekitar 500 ton di dalam Gudang Garam Nasional di Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (4/7/2019). Gudang yang berkapasitas 2.000 ton itu belum berfungsi optimal. Saat ini, menurut Caridi, hanya dia yang menggunakan gudang itu. Akses menuju gudang juga masih berupa jalan berbatu dan tanah.

CIREBON, KOMPAS – Gudang Garam Nasional yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 2017, belum berfungsi optimal. Padahal, lewat penerapan sistem resi gudang, harga garam di tingkat petani dapat dijaga agar tidak anjlok ketika masa panen seperti saat ini.

Gudang Garam Nasional (GGN) merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tujuannya sebagai tempat penyimpanan garam petani. Terdapat sejumlah GGN yang tersebar di Cirebon, Indramayu, Karawang, Pati, Brebes, Rembang, Demak, Tuban, Sampang, Pamekasan, Pangkep, Bima, Kupang. Pidie Jaya, Lamongan, Sumenep, Sumbawa, dan Jeneponto.

Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan