"AC" Ramah Lingkungan Perlu Dukungan
Pendingin Udara Ramah Lingkungan Belum Populer

Produk elektronik, termasuk pendingin ruangan atau mesin pengatur suhu udara, dijual di toko elektronik di Kawasan Benhil, Jakarta, beberapa waktu lalu.
JAKARTA, KOMPAS — Penelitian mengenai pendingin udara atau air contitioner yang hemat energi berkembang, tetapi terkendala kebijakan politik dan pasar untuk memproduksinya. Dibutuhkan kebijakan pemerintah dan kesadaran pihak pengusaha dan industri agar pendingin udara ramah lingkungan semakin memasyarakat.
Zat pendingin atau refrigeran pada pendingin ramah lingkungan bisa menggunakan hidrokarbon, amoniak, dan karbondioksida. Zat ini menghasilkan emisi rendah yang tidak merusak lapisan ozon. Pendingin ruangan ini tidak menggunakan energi listrik yang terlalu besar.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 10 dengan judul "Penelitian".
Baca Epaper Kompas