logo Kompas.id
UtamaPendingin Udara Ramah...
Iklan

"AC" Ramah Lingkungan Perlu Dukungan

Pendingin Udara Ramah Lingkungan Belum Populer

Oleh
Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/SxpGdh5iNJO8HXsq4WFmLBDbUPQ=/1024x681/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F05%2Fkompas_tark_3956673_96_1-1.jpeg
Kompas

Produk elektronik, termasuk pendingin ruangan atau mesin pengatur suhu udara, dijual di toko elektronik di Kawasan Benhil, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

JAKARTA, KOMPAS — Penelitian mengenai pendingin udara atau air contitioner yang hemat energi berkembang, tetapi terkendala kebijakan politik dan pasar untuk memproduksinya. Dibutuhkan kebijakan pemerintah dan kesadaran pihak pengusaha dan industri agar pendingin udara ramah lingkungan semakin memasyarakat.

Zat pendingin atau refrigeran pada pendingin ramah lingkungan bisa menggunakan hidrokarbon, amoniak, dan karbondioksida. Zat ini menghasilkan emisi rendah yang tidak merusak lapisan ozon. Pendingin ruangan ini tidak menggunakan energi listrik yang terlalu besar.

Editor:
yovitaarika
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 10 dengan judul "Penelitian".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan