SOSOK
Taufik, Olah Limbah Kelapa agar Petani Kelapa Sejahtera
Taufik, petani Pangandaran, ikut berjuang mengangkat potensi limbah kelapa. Dari awalnya tidak berguna menjadi bahan baku yang laku diekspor.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F08%2F21%2F19885aa0-5a15-4e1d-9c7d-50ab62781cdb_jpg.jpg)
Taufik menunjukkan hasil produksi cocopeat di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (27/5/2023).
Taufik (31), petani kelapa asal Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Pangandaran, Jawa Barat, unjuk gigi lewat ekspor cocopeat, olahan limbah sabut kelapa untuk media tanam. Kreativitasnya ikut memberikan tambahan penghasilan bagi petani lainnya agar lepas dari jerat utang.
”Cocopeat diambil dari limbah sabut kelapa. Dulu, petani hanya mengambil buahnya. Ternyata, sekarang nilai ekonominya lebih besar ketimbang buahnya apabila diolah dengan benar, bisa sampai belasan kali lipat,” kata Taufik, beberapa waktu lalu di Pangandaran.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 16 dengan judul "Limbah Kelapa yang Mendunia".
Baca Epaper Kompas