Perubahan Iklim
Krisis Iklim Menuntut Ketangguhan Desa
Krisis iklim memperparah kejadian bencana alam hingga ke seluruh pelosok dunia. Bahasan dampak krisis iklim perlu diperlebar hingga level desa. Ketangguhan wilayah desa menjadi penting untuk menekan risiko bencana.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F01%2F20%2F0ac55057-be52-4995-9aba-e315a6970350_jpg.jpg)
Foto udara banjir menggenangi hunian warga dan areal persawahan di Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (20/1/2022). Banjir menggenangi hunian warga selama empat hari dengan ketinggian 30-50 sentimeter. Selain intensitas curah hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan oleh meluapnya Sungai Pengarengan.
Pemantauan parameter iklim yang telah dilakukan sejak sebelum dimulainya industrialisasi di Bumi menunjukkan peningkatan suhu global. Kelompok Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menunjukkan saat ini suhu global bertambah 1,1 derajat celsius. Kondisi tersebut diiringi efek domino yang masif ke parameter lain, seperti anomali curah hujan hingga munculnya kejadian bencana di banyak tempat.
Global Climate Risk Index 2021 memperlihatkan Mozambik dan Zimbabwe menjadi negara yang paling terdampak perubahan iklim. Indonesia juga masuk jajaran negara rentan terdampak iklim dengan skor indeks 24,83 dan berada di peringkat ke-14.