logo Kompas.id
RisetJajak Pendapat ”Kompas”: Dua...
Iklan

Jajak Pendapat ”Kompas”: Dua Realitas dalam Sebaris Makna Idul Fitri

Tak hanya perjalanan spiritual menuju fitrah, publik juga memaknai Lebaran dengan realitas persoalan yang menyertainya.

Oleh
YULIUS BRAHMANTYA PRIAMBADA
· 0 menit baca
Para pemudik sepeda motor peserta mudik gratis mengantre keluar dari KRI Banda Aceh yang berangkat dari Jakarta dan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/4/2024).
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Para pemudik sepeda motor peserta mudik gratis mengantre keluar dari KRI Banda Aceh yang berangkat dari Jakarta dan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/4/2024).

Tiga hari lagi masyarakat Indonesia akan merayakan hari raya Idul Fitri. Lebaran telah menjadi tradisi yang mendarah daging bagi masyarakat Indonesia. Meskipun sejatinya merupakan perayaan hari raya agama Islam, tradisi merayakan Idul Fitri ternyata dipersepsikan oleh publik sebagai milik seluruh warga Indonesia terlepas dari latar belakang agamanya.

Hal ini tecermin dari hasil jajak pendapat Kompas pada 25-29 Maret 2024 terhadap 839 responden dari 38 provinsi yang diwawancara melalui telepon. Bagian terbesar responden (78,5 persen) mengungkapkan bahwa perayaan Lebaran adalah tradisi untuk semua masyarakat tanpa memandang latar belakang status agamanya.

Editor:
ANDREAS YOGA PRASETYO
Bagikan