logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊMasjid-masjid Bersejarah di...
Iklan

Masjid-masjid Bersejarah di Sepanjang Jalur Mudik

Laksana penziarahan, mudik ke kampung halaman bukan sekadar rutinitas pulang kampung, tetapi juga perjalanan spiritual manusia untuk kembali ke fitrah dan asal-usulnya.

Oleh
Yulius Brahmantya Priambada
Β· 1 menit baca
Jemaah melaksanakan Shalat Ied di Masjid Raya Medan, Sumatera Utara (24/5/2020).
KOMPAS/NIKSON SINAGA

Jemaah melaksanakan Shalat Ied di Masjid Raya Medan, Sumatera Utara (24/5/2020).

Di seputar perjalanan mudik Jawa-Sumatera, terdapat masjid-masjid yang dapat menguatkan spiritualitas, membangun kembali hubungan batin ke tempat kelahiran atau asal nenek moyang. Dari publikasi Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia (1999) dan Masjid-Masjid Kuno di Indonesia (2012), beberapa masjid memiliki nilai historis tinggi dengan desain bangunan yang khas di sepanjang jalur mudik.

Di bagian barat Indonesia, ada Masjid Al Osmani yang terletak di kawasan Labuhan, Medan, Sumatera Utara, dan didirikan pertama kali menggunakan bahan utama kayu oleh Sultan Deli VII, Osman Perkasa Alam. Baru pada tahun 1870-1872 masjid itu dipugar menjadi bangunan permanen oleh anaknya, Sultan Deli VIII, Mahmud Perkasa Alam.

Editor:
ANDREAS YOGA PRASETYO
Bagikan